26 Sep 2014

Buah Kesabaran Tukang Sol Sepatu

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup.

Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

-----
Our Ordinary Family

Sumber : Rizki Mega

24 Sep 2014

Tahan Dulu Untuk Jatuh Cinta

Pertama melihatmu. Kau sudah membuatku tertarik. Kau terlihat begitu menarik. Kau seperti berbisik, berbisik pada ku untuk menyukaimu. Aku tak perlu tau siapa namamu, melihatmu dari kejauhan saja sudah membuat ku seperti bumi yang tersinar oleh matahari. Mengahangatkan hati ku yang telah lama tak terhangatkan oleh sesosok perempuan yang berbeda sepertimu. Yang aku ketahui, kamu perempuan yang cukup cuek jika didekati lelaki.

Berkenalan denganmu, cukup membuat ku gugup dan takut, aku takut setelah aku berkenalan denganmu dan mendekatimu kau malah menjauh dari ku. Aku memang bukan seorang lelaki idaman wanita yang banyak didekati para wanita. Jadi maafkan jika cara ku menyukaimu tidak seperti laki-laki biasanya.

Berkumpul dengan teman-teman ku. Ya.. itu memang keseharian ku. Tak seru jika sehari tak bertemu dan bermain dengan teman teman ku. Namun juga tak seru dan akan membuat rindu lalu menjadi sendu jika sehari aku tak melihat senyuman manismu. Baru datang ke sekolah saja, aku sudah disuguhi senyumnya. Ya. .meskipun ku tahu senyuman manis itu bukan untuk ku. Namun setidaknya aku tahu bahwa pagi itu juga dia sudah diberi kebahagiaan oleh Allah. Meskipun begitu bukan aku juga yang membuatnya bahagia.

Beberapa hari ku menyukainya, kau selalu membuat rindu di dalam hati ini. Rasanya terus menerus berkembang, padahal aku merasa tak pernah menyirami rasa rindu ku ini. Ataukah aku tak sadar? Aku takut nantinya jika rasa suka dan rindu ini malah berkembang menjadi rasa sayang. Rasa sayang yang tak terbalas, ya mungkin bisa dibilang begitu.

Suatu pagi, baru saja aku bangun, pikiran ku tiba tiba tertuju padanya. Sampai sampai orangtua ku melihat ku yang sedang senyum senyum sendirian dan membuat ku kaget ketika melihat orangtua ku sedang memperhatikan ku. Dan membuat orangtua ku bertanya penasaran, apa yang sedang terjadi, meskipun aku tau orangtua ku pura pura tak tau. Hm.. Seperti tidak pernah merasakan menjadi anak muda saja, ucapku dalam hati. Aku menjawab seadanya saja, kalau aku sedang jatuh cinta. Orangtua ku hanya tertawa.
Lalu memberi nasihat..

Ayah tau, kamu itu anak yang hebat, ayah juga tau kamu itu anak yang kuat. Namun ketahuilah, lelaki itu bisa menangis, menangis karena cinta. Jatuh cinta, memang kata orang-orang itu adalah sesuatu yang bisa membuat orang yang merasakannya jadi bahagia, jadi semangat, merasa hidupnya paling bahagia. Itu saat merasakan cinta. Namun di sisi lain, cinta juga bisa membuat kita jatuh. Kamu akan menjadi seorang yang merasa paling lemah jika sudah tak mendapatkan lagi kasih sayang atau cinta dari orang yang kamu sayang itu. Banyak kan, orang yang pengen bunuh diri karena cinta. Itu namanya alay nak.. Lalu disaat orang yang kamu cinta ternyata tidak mencintaimu? Apa kamu mau terus mencintai dia? Lebih baik kamu fokus pada belajarmu sekarang ini. Urusan perempuan nanti saja. Kamu pasti akan merasakannya nanti, pasti! Sekarang kamu kejar dulu mimpimu. Jika kamu sukses, pasti banyak kok yang melirik kamu. Mungkin salah satunya orang yang kamu suka itu. Jadikan dia motivasi yang bisa bikin kamu semangat belajar. Tapi bukan berarti kamu harus pacaran sama dia, kalo diputusin bisa bisa malah bikin ngedrop apa apanya dalam diri kamu. Banyakkan tuh yang putus sama pacarnya jadi ga mau makan. Nyiksa diri sendiri. Yang repot orangtua lagi, dia yang bikin kamu ngedrop kan cuek aja.

Dan kalo tiba tiba dia ada yang punya? Perjalanan masih panjang kan? Kalo dia udah dapetin yang lain. Ya.., mungkin dia bukan yang terbaik buat kamu. Dan kamu bakal dapet yang terbaik lebih dari dia. Pokonya kejar dulu semua impian dan cita-citamu dulu.

-----

Our Ordinary Family

Penulis: Sopianti Rahayu

12 Sep 2014

Caraku Mencintaimu

Biarlah aku mencintaimu dari imajinasiku
Karena aku tau cintamu bukan untukku
Biarlah aku mencintaimu dari dalam hati
Karena aku tau kau tak kan pernah aku
miliki

Aku akan tetap bahagia bisa mencintaimu seperti ini
Meski terkadang cinta itu akan menyakitiku sendiri
Tapi inilah caraku untuk bisa mencintaimu secara tak tersentuh
Meski tak tersentuh cinta ini akan selalu utuh

Mungkin ini takdirku dari sang pencipta
Yang tak memberikan hatimu untuk ku cinta
Tapi aku bahagia meski terkadang terbalut luka
Karena cara ini memberi aku banyak makna dalam cinta

30 Agu 2014

Apakah Shalat Tahajud harus tidur dahulu?

Para ulama menegaskan, qiyam lail lebih umum dari pada tahajud. Karena qiyam lail mencakup semua kegiatan ibadah di malam hari, baik berupa shalat, membaca Al-Quran, belajar mengkaji ilmu agama, atau dzikir. Selama ketaatan itu dilakukan di malam hari, sehingga menyita waktu istirahatnya, bisa disebut qiyam lail. Baik dilakukan sebelum tidur maupun sesudah tidur.

Makna Qiyam lail adalah seseorang sibuk melakukan ketaatan pada sebagian besar waktu malam. Ada yang mengatakan, boleh beberapa saat di waktu malam. Baik membaca Al-Quran, mendengar hadis, bertasbih, atau membaca shalawat untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 34/117).

Sementara tahajud hanya khusus untuk ibadah berupa sholat. Sementara ibadah lainnya, selain shalat, tidak disebut tahajud.

Kedua, apakah harus tidur dulu?

Ulama berbeda pendapat tentang syarat bisa disebut sholat tahajud, apakah harus tidur dulu ataukah tidak.

1. Tahajud harus tidur dulu

Ini merupakan pendapat Ar-Rafi’i – ulama madzhab Syafii –. Dalam bukunya As-Syarhul Kabir, beliau menegaskan,

التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ ، وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ ، فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا
“Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”

Setelah menyatakan keterangan di atas, Ar-Rafi’i membawakan riwayat dari katsir bin Abbas dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu ‘anhu,

يَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Diantara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Hajar dalam Talkhis Al-Habir mengatakan,

Sanadnya hasan, dalam sanadnya ada perawi yang bernama Abu Shaleh, juru tulis Imam Al-Laits, dan Abu Shaleh ada kelemahan. Hadis ini juga diriwayatkan At-Thabrani, dengan sanad dari Ibnu Lahai’ah. Dan riwayat kedua ini dikuatkan dengan riwayat jalur sebelumnya.

2. Tahajud TIDAK harus tidur dulu

Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313).

Karena tahajud memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat malam bisa disebut tahajud jika dilakukan setelah bangun tidur atau di waktu banyak orang tidur.

Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام
Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Tentang makna tahajud ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

Catatan:

Bagi anda yang dikhawatirkan tidak mampu bangun sebelum subuh untuk tahajud, dianjurkan untuk shalat sebelum tidur. Sekalipun tidak disebut tahajud oleh sebagian ulama, namun dia tetap terhitung melakukan qiyam lail, yang pahalanya besar.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa istiqamah dalam melakukan ketaatan.

-----
Our Ordinary Family
Sumber : Konsultasi Syariah

25 Agu 2014

Cintaku Sempurna Dalam Ta'Aruf



Pagi ini Meta sangat tergesa-gesa menuju kampus setelah menyiapkan sekotak makanan yang akan dibawanya untuk diberikan kepada seseorang.


“Ta, kamu sudah mau berangkat?” Tanya Dina seorang teman kosnya.
“Iya din, sudah telat. Aku berangkat dulu ya. Assalamuallaikum.” Sambil tergesa-gesa membawa buku dan sekotak nasi yang telah dia siapkan.
“Hati-hati ya, wa’allaikumsalam.” Teriak Nadin, dan Dina dari dalam kamar.

Baru saja ketika dia keluar, di depan pintu kos, telah ada seseorang laki-laki yang sedang berdiri, menunggunya di depan.

“Assalamuallaikum Meta.” Salam Riko, sambil tersenyum.
“Wa’allaikumsalam. Kak Riko ada apa pagi seperti ini sudah disini?”
“Aku tadi kebetulan lewat, karena ingat kamu hari ini juga ada jadwal kekampus pagi, jadi aku bermaksud mengajak kamu berangkat bersama. Bagaimana?” Dengan nada malu Riko menungkapkan maksudnya itu.
“Maaf Kak, bukan Meta menolak, hanya saja Meta sedang ada urusan, tidak langsung kekampus.” Jawabnya dengan sopan.
“Aku bisa antar kok sekalian. Memang urusannya dimana?”
“Tidak perlu repot-repot kak. Terimakasih kak Riko sudah bermaksud baik, hanya saja urusanku ini privasi. Maaf sekali kak.” Jawabnya dengan nada menolak sopan.
“Iya deh, kamu hati-hati di jalan.” Nada kecewa Riko yang memang sudah sengaja menunggu Meta agar mampu berangkat ke kampus bersama.

Riko memang telah lama menyukai Meta, mungkin karena Meta berbeda dengan wanita yang selama ini dia temui. Riko selalu berhasil membuat semua perempuan memuja dirinya. Pesona Riko mampu meluluhkan hati banyak wanita. Namun pada Meta semua itu tidak berlaku. Setiap hari Riko selalu berusaha untuk mendekati Meta dengan segala alasan, tapi setiap kali itu juga Riko ditolak oleh Meta. Namun itu bukan membuat Riko lantas mundur dan pupus harapan justru Riko semakin penasaran dengan Meta.

Dalam perjalanan Meta menuju kampus, dia berhenti didepan pintu gerbang kampus dan menghampiri seorang perempuan tua yang sedang duduk disana. dengan pakaian serba adanya nenek itu duduk sambil mengatungkan tangannya pada setiap orang yang lewat didepannya.

“Assalamuallaikum nek. Bagaimana kabar nenek hari ini? Nek, saya tadi buat nasi goreng dan ini masih ada untuk nenek, semoga nenek suka.” Katanya sambil tersenyum.
“Kok repot-repot bawakan makanan buat nenek, makasih ya nak. Pasti nenek makan.”
“Tidak repot kok nek. Semoga nenek suka. Saya permisi dulu ya nek, mau kuliah. Assalamuallaikum” sambil mencium tangan nenek itu.

Meta mengambil langkah panjang menuju kampus. Tanpa dia sadar Riko telah memperhatikan semua tindakan Meta. Riko yang dari depan kos Meta telah mengikutinya dari belakang semakin terpukau dengan tindakan Meta yang dilihatnya. Riko semakin tertarik kepada Meta.

Meta memang gadis yang cerdas, sopan dan budi pengertinya luhur. Tidak salah jika banyak orang menyukai Meta. Sebenarnya tidak hanya Riko yang telah mencoba untuk mendekati Meta tapi sudah beberapa lelaki, ada juga yang sudah menyatakan kesiapannya untuk meminang Meta. Namun tampaknya hati Meta memang telah memiliki seorang imam idaman.

Waktu semakin siang dan Riko telah bersiap didepan pintu untuk menunggu Meta yang keluar dari kelas.

“Assalamuallaikum Meta.”
“Wa’allaikumsalam kak Riko. Ada apa ya kak?”
“Kamu mau pulang sekarang? Bagaimana kalau pulang bersama aku? Kita makan dulu sebelum pulang? Aku ingin bicara sesuatu dengan kamu ta.”
“Maaf kak sebelumnya tapi ingin bicara tentang apa ya kak?”
“Aku tidak bisa bicara disini ta. Bagaimana kalau kita bicara sambil duduk ditaman belakang saja atau dikantin saja?”

“Maaf kak bukan Meta tidak menghargai ajakan kak Riko hanya saja Meta tidak bisa. Lagipula tidak enak juga kalo kita hanya berdua.” Katanya sambil tersenyum.
“Ditaman atau di kantinkan tempat umum ta, bukan cuma kita berdua yang ada disitu. Bagaimana kalau kita ngobrol dikantin saja sambil makan.”
“Kantin memang tempat umum kak, tapi ketika kak Riko ingin mengajak Meta untuk duduk bersama sebaiknya ajak juga satu orang yang bisa mengawasi kita kak.” Sambil tersenyum manis kepada Riko.
“Tapi ta, ini penting tidak bisa jika ada orang lain.”
“maaf kak, bukan maksud Meta mempersulit kak Riko yang ingin mengajak Meta ngobrol tapi Meta lebih takut Allah marah kak. Jika memang ada hal yang sangat penting bisa kak Riko sampaikan sekarang saja disini kak.” Sambil menatap kebawah.
“Tapi ta..”
“Silahkan kak Riko bicara disini jika tidak Meta akan ijin pulang terlebih dahulu kak.”


“Iya disini saja tidak apa, walaupun sebenaranya tempat ini tidak cocok untuk membicarakan hal pribadi seperti ini. Jadi begini ta, kamu juga pasti tahu bahwa sudah lama aku menyukai kamu. sudah lama aku mengagumi kamu ta, begitu mengagumi sampai aku tidak sadar dan tidak dapat untuk membedakan antara kagum atau rasa sayang. Aku tidak pernah sebelumnya merasakan perasaan seperti ini ta, rasanya sulit untuk diungkapkan. Setiap malam Cuma bayangan kamu yang terus aku pikirkan. Bahkan untuk mengatakan kepada kamu saja bagaimana perasaanku begitu sulit. Aku… Aku ingin mengatakan, mau tidak jika kamu jadi pacar ku?”

Seketika Meta tersentak, dia hanya diam. Untuk pertama kalinya Meta kaget mendengarkan ada seorang pria yang mengatakan perasaannya kepada Meta. Selama ini memang banyak laki-laki yang mencoba mendekati Meta, mengungkapkan perasaan kepada Meta namun belum ada laki-laki yang dengan beraninya mengatakan perasaannya langsung kedepan Meta seperti hari ini.

“Maaf kak sebelumnya, Meta tidak mengerti apa maksud kak Riko?”
“Masak kamu tidak mengerti ta, seperti yang kamu tahu, sudah lama aku menyukai dan mengamati kamu semenjak pertama kali aku bertemu dengan kamu. Aku telah merasa ada yang berbeda denganmu. Aku benar-benar serius dengan kamu ta.”
“Maaf kak bukan Meta berniat menyakiti hati kak Riko atau Meta lancang menolak kak Riko, hanya saja Meta tidak bisa kak.”
“Kenapa ta? Apa aku tidak pantas bersanding dengan kamu? Atau aku kurang tampan untuk kamu? Atau kurang kaya ta menurut kamu? atau apa ta?”
“Bukan seperti itu kak, Meta tidak pernah melihat seseorang karena tampan atau kaya. Karena bukan kaya atau tampan kak yang akan membawa Meta ke surga.”

“lantas apa ta?”
“Meta memang tidak berniat untuk pacaran kak. Karena menurut islam sendiri memang tidak ada yang namanya pacaran kak, yang ada dalam islam adalah ta’aruf. Jika memang seorang laki-laki telah menyatakan keseriusannya kepada seorang wanita maka akan jauh lebih baik jika mereka berdua dita’aruf untuk menghindari hal yang memang tidak diinginkan, itu juga dimaksudkan untuk menghindarkan dari fitnah.“

“Hah? Ta.. Ta’aruf?” Nadanya bingung.

Sambil tersenyum dia menjelaskan.”Ta’aruf itu jalan untuk mengenali seorang wanita dengan aturan-aturan didalamnya. Cara perkenalan itu dilakukan dengan meminta bantuan seorang perantara yaitu dari pihak wanita misalnya ayah, kakak laki-laki atau adik laki-laki dari si wanita.”

“Tapi ta apakah untuk saling mengenal saja harus begitu sulit? Kini jaman sudah begitu maju ta, ini bukan lagi jaman ketika antara laki-laki dan perempuan dibatasi oleh aturan, kita bukan juga hidup didaerah pesantren ta. Strata antara laki-laki dan perempuan kini telah seimbang. Islam sudah begitu berkembang. Pacaran secara sehat menurutku sama saja seperti ta’aruf yang kamu maksud itu.”

“Pacaran secara sehat itu seperti apa kak? Apakah kak Riko mampu menmpu menjamin untuk menghindari semua hal yang biasa dilakukan dalam pacaran? Apa kak Riko bisa menghindari setan ikut campur dalam urusan dua orang yang terikat dalam hubungan yang dikatakan dengan pacaran?” Sambil tersenyum Meta mulai membuka pandangan Riko.

Riko hanya terdiam bingung.
“Menurut Meta dari awal memang islam sudah modern dan perkembangannya sudah begitu sempurna diatur dalam Al-Qu’ran. Semua aturan sudah terterang begitu jelas kak. Seorang wanita begitu telah dimuliakan oleh Allah, begitu dijaga harkat dan martabatnya dan untuk menjaga itu Allah menjaganya dengan jalan ta’aruf ini. Lagipula tidak ada seorang pun yang mampu mencegah setan masuk diantara hubungan laki-laki dan perempuan bahkan jika keduanya hanya berbincang seperti ini. Siapa yang mampu menjamin bahwa dalam pacaran tidak akan melakukan hal apapun yang dibenci Allah? Jika memang sudah berniat untuk saling mengenal secara serius dan membina hubungan yang lebih matang jalannya adalah ta’aruf bukan pacaran, itu yang Meta yakini. Sekali lagi Meta minta maaf kak.” Sambil mengambil langkah pergi.

Riko hanya terpaku melihat Meta yang telah mengambil langkah pergi. Semalaman Riko terus memikirkan apa yang sudah disampaikan oleh Meta kepada dirinya.

“Masih ada saja di jaman seperti sekarang orang yang begitu menjaga dirinya seperti dia. Tidak salah memang aku telah memilihnya sebagai pelabuhan hatiku. Memang benar apa yang telah disampaikan oleh Meta. Dia bukan seorang yang baik untuk dijadikan pacar tapi dia lebih baik dijadikan sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anakku kelak. Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik.”
Semenjak hari itu Riko berjanji pada dirinya untuk berusaha menjadikan dirinya sosok yang pantas bersanding dengan Meta.

Setelah kejadian itu Riko mulai berfikir untuk mencari jati dirinya dan memutuskan untuk sementara waktu pergi mencari ketenangan.
“Meta” teriakan Dina memangil.
“Ada apa din?”
“Ini ada surat titipan dari Riko buat kamu.”
“Surat apa din?”
“Tidak tau, kamu baca aja sendiri. Tadi dia cuma titip surat ini sambil pamit katanya mau pergi.”
“Terimakasih din.” Sambil membuka surat itu.

“Assalamuallaikum Meta. Mungkin ketika kamu menerima surat ini aku sudah pergi. Semester ini kuliahku juga sudah selesai. Jujur aku malu ingin bertemu dengan kamu, bahkan untuk menghubungi kamu lewat telpon atau sms pun aku merasa malu, untuk itu aku menulis surat ini. Aku pergi untuk sementara karena ingin mencari jati diri ta, aku ingin membuat diriku layak bersanding dengan kamu. Aku ingin berubah menjadi laki-laki yang pantas dimata Allah untuk menjadi imammu. Terimakasih ta, kata-katamu sudah benar-benar membuka hatiku. Banyak hal yang harus aku perbaiki dalam diriku. Kamu benar memang tidak sepantasnya aku memintamu untuk menjadi pacarku jika memang aku mencintai kamu. aku akan kembali ta. Jodoh tidak akan pernah mampu lari jauh walaupun dia dipisahkan oleh jarak dan waktu. Jika memang kita berjodoh kelak kita akan bertemu diwaktu yang tepat ta. Semoga ketika aku kembali kamu masih menunggu aku. Waalaikumsalam.”

“Amin. Semoga kamu bisa menjadi lebih baik kak. Aku selalu berdoa untuk kebaikkan mu.” Doanya dalam hati sambil tersenyum lega mendengar kabar baik itu.
“Kenapa kamu ta, senyum-senyum sendiri?” Tiba-tiba Nadin muncul di jendela kamarnya sambil tertawa menggoda Meta.
“Hmm.. Ta aku pinjam kerudung donk soalnya kerudungku masih di laundri.
“Masuk deh. Memangnya mau kemana kamu?”
“Aku mau keluar sama Viky nanti sore.” Katanya sambil tersenyum malu.

“Viky? Kamu beberapa minggu ini rajin sekali din keluar sama dia? Hati-hati din, aku cuma khawatir sama kamu, aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan kamu. Aku lihat Viky dikampus tidak begitu baik sikapnya, dia sering mengoda wanita-wanita dikampus. Aku harap kamu bisa jaga diri dan jangan sampai salah memilih teman.”

“Iya ta, aku tahu kok tapi dia berjanji akan berubah ta. Dia bilang ingin serius dengan ku.”
“Apa maksud kamu dengan serius?” Tanyanya bingung.

“Maaf ya ta, kalau aku belum cerita sebenarnya aku sudah pacaran dengan dia satu minggu ini. Aku tidak bilang sama kamu karena aku takut kamu bakal marah. Maaf sekali ta, tapi aku janji tidak akan melakukan hal apapun yang memang tidak seharusnya dilakukan. Janji! Kamu jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.” Katanya sambil meyakinkan.

“Aku hanya berharap kamu bisa jaga diri din. Aku sudah berkali-kali melarang tapi hasilnya kamu justru marah dan mogog ngomong sama aku. Harapanku hanya kamu bisa jaga dirimu baik-baik.”

“Siap Meta, aku pasti akan jaga diri.” Sambil mengambil baju.
Satu jam berlalu. Tiba-tiba terdengar teriakan dari luar.
“Nadin… Vika… Ditunggu orang diluar.”
“Iya sebentar teriak mereka dari dalam kamar.”

Vika adalah seorang teman kos juga. Dulu Vika juga begitu dekat dengan mereka berempat, hanya saja semakin lama Vika semakin sibuk dan mulai menjauh dari mereka, bahkan anak kos yang lain. Vika terlalu sering pergi, sehingga jarang terdengar kabarnya dikos.”

“Assalamuallaikum. Berangkat dulu ya.” Teriak mereka berdua secara bersama-bersama.
“Wa’allaikumsalam. Hati-hati din, vit.” Jawab salam dari Meta dan Vita yang sedang didalam kamar.
Baru saja nadin dan vita keluar dari pintu kos, terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat dari luar kamar. Tiba-tiba datang Dina dengan heboh masuk kedalam kamar.

“Kalian tahu tidak Vita tadi pagi habis dimarahin ibu kos soalnya semalem dia habis pulang malem lagi. Kemarin itu aku lihat dia berangkat sama cowok yang sering jemput dia itu. Baru tadi pagi dimarahin ibu, sekarang sudah keluar lagi. Itu anak hampir setiap hari keluar sama cowok itu. Pacaran mulu.”

“Hei dilarang hibah, siapa tahu dia pulang malam karena memang ada urusan yang sangat penting dan laki-laki yang sering menjemput itu temannya atau saudaranya.” Sahut Meta.

“ Nggak tahu ini orang kok ngosip mulu kerjaannya.”
“Ya maaf, tapi kan bukan gosip itu fakta kali.”
“Sudah-sudah daripada kita nambah dosa, bagaimana kalau kita sekarang cari makan. Soalnya tugasku masih numpuk banget, jadi semakin cepat makan, semakin cepat aku menyelesaikan tugas-tugasku ini.” Kata Vita dengan berdiri mengajak mereka makan.
“Ayo deh.” Sahut Meta.

Mereka berangkat untuk mencari makan. Beberapa menit kemudian mereka pulang dengan membawa beberapa bungkus makanan dan snack untuk menemani mereka mengerjakan tugas. Mereka memang sudah biasa makan dan mengerjakan tugas bersama di salah satu kamar.

Waktu menunjukkan semakin larut malam namun Nadin belum juga pulang.

“Vit, sudah malam kok Nadin belum pulang ya?” Tanya Meta.
“Iya sih, coba aku telfon dulu, kamu sms dia ya!” Sambil mereka berdua sibuk dengan handphonenya untuk menghubungi Nadin.
“Nomernya tidak aktif ta.” Kata Vita sambil khawatir.
“Iya. Dina mana? Apa kita keluar cari Nadin ya? Aku takut ada apa-apa sama dia.”
“Kenapa cari aku?”
“Nadin belum pulang. Bagaimana kalau kita keluar cari Nadin?”
“Ya sudah ayo, kalian siap-siap, biar aku minta kunci sama ijin ke ibu.”

Mereka bertiga berkeliling mencari Nadin. Hampir satu jam mereka mencari Nadin namun belum juga ketemu.
“Vit, vit berhenti, itu Nadin bukan sih?”
“Mana ta? Itu, coba berhenti.” Sambil berhenti. Kemudian Meta dan Dina segera berjalan menuju ke arah seorang wanita sedang duduk sambil menangis. Karena merasa yakin bahwa itu Nadin, mereka bertiga berlari menuju ke arah wanita itu duduk.
“Nadin? Nad, kenapa kamu nangis disini? Kami itu khawatir sama kamu.”
“Ayo kita pulang sekarang saja, nanti dikos baru dijelaskan.”

Sampai dikos mereka menenagkan Nadin yang terus menangis.


“Ini nad minum dulu. Jangan nangis terus, coba ngomong ada apa?” Sambil memberikan segelas air putih kepada Nadin.
“Ta, kamu benar Viky itu cowok kurang ajar ta.” Sambil terus menangis.
“Ada apa nad? Coba cerita pelan-pelan jangan nangis, tenang.”
“Dia ta, dia tadi berlaku kurang ajar sama aku. Dia mau berbuat macam-macam sama aku.” Sambil semakin menangis tersedak-sedak.
“Tapi kamu tidak apa kan? Kurang ajar sekali itu orang. Awas aja, kita buat perhitungan besok sama dia!” Nada marah Vita.

“Sudah, tenang. Vita juga, kita tidak perlu kita turun tangan. Yang penting Nadin baik-baik saja sekarang. Ini jadi pelajaran buat kamu, buat kita semua untuk lebih hati-hati. Allah kali ini masih sayang sama kamu nad. Jangan buat Allah kecewa lagi dengan sikap kamu! Sekarang lebih baik kamu sholat, kemudian istirahat. Sudah tidak apa, tenangkan dirimu.”

Pagi menjelang dengan matahari bersinar terang menyilaukan. Tiba-tiba Dina berteriak keras dari luar.

“Meta, Nadin, Vita, bangun sekarng cepat! cepat!” Pangilnya sambil mengetuk pintu setiap kamar keras.
“Ada apa sih?” Jawab Vita, Nadin dan Meta sambil membuka pintu, berjalan menuju kamar Dina dengan sempoyongan.
“Bangun! Vika.. Vika hamil!” Seketika Vita, Meta dan Nadin yang masih terlihat mengantuk tersentak kaget. Rasa kantuk serasa hilang.

“Astafirullah. Kamu dapat kabar seperti itu darimana? Gosip itu!” Sahut Meta.
“Gosip apa? Ibu tadi pagi nemuin testpek di kamar mandi. Setelah ditanya ternyata punya Vika. Dia nangis-nangis tadi waktu ditanya ibu.”
“Terus dia bagaimana sekarang? Dia dimana?” Tanya Vita.
“Dia tadi dipangil abah.” Sambil mereka tercengang serasa tidak percaya.
Tiba-tiba Nadin memeluk Meta, Vita dan Dina.

“Aku benar-benar bersyukur ada kalian. Untung saja aku tidak sampai seperti itu. Terimakasih untuk selalu mengingatkan aku. Maaf untuk semua sikapku selama ini.”

“Akhirnya kamu mengertikan? Itu sebabnya Allah melarang pacaran dan memberikan jalan ta’aruf untuk saling mengenal antara pria dan wanita. Betapa Allah menyayangi kita dan memuliakan kita sebagai wanita untuk dijaga. Mau seperti apapun dikatakan pacaran sehat dan laki-laki yang dekat itu baik, tidak akan ada seorang pun yang mampu menjamin bahwa tidak akan ada setan yang ikut campur. Lagipula jika memang laki-laki itu mempunyai itikat baik kepada seorang wanita maka laki-laki itu akan memuliakan wanita dengan menjaga hubungannya lewat ta’aruf bukan malah mengajak pacaran. Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Kalian mengertikan sekarang maksudku? Bukan aku tidak senang jika kalian senang tapi aku hanya menjaga kalian. Bukan juga aku yang sok melarang kalian, itu semua adalah cara Allah untuk menjaga kita sebagai wanita.”

Satu tahun berlalu setelah Riko pergi. semenjak hari itu banyak hal tidak sama lagi dari Meta, banyak hal berubah dan mulai dipahami. Seperti halnya hati Meta, yang tidak dengan mudah bisa dimengerti dan dipahami. Meta terus menunggu Riko kembali seperti yang Riko telah minta.

“Assalamuallaikum Meta.” Salam dari seorang laki-laki yang tiba-tiba berdiri didepan kos Meta”
“Wa’allaikumsalam. Kak Riko?” Dengan wajah kaget melihat Riko didepan kos.
“Iya ta, aku Riko.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Kamu mau ke kampus? Mau aku antar naik motor?” Tanyanya sambil tersenyum.
“Meta bisa jalan saja kak.”
“Wanita ini masih sama, masih begitu menjaga martabatnya dan begitu takut jika Allah marah kepadanya. Betapa dia wanita yang istimewa. Berarti aku memang tidak salah menempatkan hatiku untuk mencintainya. Ya Allah jika memang dia diperkenankan sebagai makmum yang menata keluarga ku kelak maka lancarkanlah jalanku untuk menuju hatinya tanpa mengurangi sedikit pun porsi untukmu kepadaku. Jika dia memang tulang rusuk yang diciptakan dari bagian tubuhku maka jagalah dia, hatinya dan pandangannya ya Allah, selama memang waktu belum tepat untukku menjadi imamnya. Begitu pula kepadaku. Dan jika memang saat ini takdir telah menempatkan waktu yang tepat antara diriku dan dia biarkan kami menjadi satu dalam sebuah ikatan yang halal. Sehingga mudah kan jalan kami berdua dalam mencapai kebaikan. Amin.” Doanya dalam hati.

“Aku kembali ta, menepati semua janjiku ke kamu.”
“Alhamdulillah.” diucapkan dari dalam hati Meta.

Meta benar-benar terlihat senang melihat Riko telah benar-benar berubah. dari awal hati Meta telah memilih Riko sebagaimana hati Riko memilih Meta. Kini takdir benar-benar menunjukkan waktunya yang tepat. Satu tahun penantian yang bukan panjang dan bukan pula sebuah penantian singkat.

“Aku tahu ta. Ta, aku kesini hanya ingin bilang bahwa aku telah menemui ayahmu bersama orang tuaku. Aku telah menepati janjiku.” Katanya sambil tersenyum.

Meta pun membalas senyum manis itu dengan sebuah tatapan malu dan bahagia. Meta adalah bagian takdir yang telah digariskan kepada Riko untuk menjadikan hidupnya berkah dan sempurna. Mereka diciptakan untuk hatinya saling menyatu, pandangannya saling menjaga dan diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Saling memiliki ikatan jodoh, bertemu dalam suatu ikatan halal yang dikatakan pernikahan. Dijadikan makmum lah Meta bagi Riko. Cinta yang indah dengan sebuah penantian berbuah manis diakhir kisahnya. Pada akhirnya Riko dan Meta memperkuat hubungan mereka dengan ta’aruf yang menjaga hubungan tanpa dipengaruhi setan dan memuliakan seorang wanita. Ta’aruf ini berjalan 3 bulan dan akhirnya mereka menikah setelah Riko memegang toga. Ta’aruf tersenyum pada penantiannya. Bukan nafsu yang berbicara pada cinta yang nyata tapi ikhlas dan tawakallah yang membawa cinta pada surga.

Cinta sempurna bukan dari pasangan yang sempurna, tapi cinta sempurna datang dari  pasangan yang mampu melengkapi dalam sebuah cerita yang indah untuk di bawa menuju surga. Cinta tidak pernah diciptakan sempurna, tapi cinta selalu ditakdirkan untuk menjadi sempurna. Bukan cinta yang memberi alasan tapi alasan yang memberikan cinta. Bukan masalah ketika kita bertahan untuk sebuah cinta, tapi bukan hanya cinta kepada sesama manusia yang lebih diutamakan. Cinta bukan hanya sekedar mencari rasa, atau kebahagiaan sesaat, tapi cinta harus memberikan kebahagiaan sempurna sampai mencapai surga. Tidak pernah salah ketika kita mencintai sesama manusia, lawan jenis kita, karena itu adalah fitrah dalam diri setiap manusia, yang salah adalah ketika kita mencintai manusia melebihi kita mencintai sang pencipta kita dan membiarkan Allah cemburu karenanya.